Diskon 20% atau 1.6 kali lipat
Denger-denger pamerintah akan membuat kebijakan baru untuk tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga, bisnis, dan perkantoran pemerintah. Kayaknya pemerintah udah makin pusing aja nich, ngurusin listrik. Mulai dari kenaikan harga minyak dunia yang makin tak terkendali, karenan memang sebagian besar listrik kita berasal dari minyak. Sampe pada PLN yang tiap tahun harus merugi. Sedikit info aja, klo ditahun 2006 kerugian PLN mencapai 1.8 triliun, dan kerugian ditahun 2007 mencaapai 1.5 triliun. Barang kali klo bukan perusahaan milik Negara udah bubar kali yah. Hehee..
Tapi dengan teknologi yang semakin maju dan tingkat ekonomi yang membaik makan ketergantungan akan listrikpun pasti juga meningkat. Contoh aja saia sebagai mahasiswa komputer, bisa dibilang sangat gila listrik. Bukan hanya saia aja lho, tapi sebagian besar mahasiswa komputer gila listrik. Bayangin aja, mahasiswa komputer 90% pasti punya komputer, ada juga yang punya laptop, truspunya Hand Phone, trus punya kamera digital. Bayangin aja bila tiap mahasiswa komputer punya barang -barang tersebut. Hehe.. Yang jelas listrik sangat penting dan dimasa depan kemungkinan besar kita akan sangat tergantung pada listrik.
Btw, gmn tadi yah kebijakan tarif listrik yang baru dari pemerintah? Sejauh yang aku baca dari Koran tempo kemarin, jumat 22 februari. Yakni, pemerintah akan membuat patokan pemakaian bulanan bagi rumah tangga. Tentunya patokan bulanan ini pun bermacam-macam. Patokan yang berlangganan 450VA, 900VA,1300VA tentu berbeda. Sementara saia belum mendapat info tentang berapa angka patokan ini. Tapi ada hal menarik yang perlu kita simak, pemerintah akan memberikan diskon 20% bagi pelanggan yang memakai listrik kurang dari 80% dari patokan. Tapi pemerintah juga akan mengenakan tariff lebih mahal bagi yang memakai listrik melebihi patokan yakni 1.6 kali dari tarif normal.. hehehe.. Yah mau gimana lagi, sepertinya kebijakan ini akan memberatkan saia, dan kemungkinan besar akan menambah pebngeluaran bulanan saia untuk listrik..
Sebenernya apa sich latar belakang dari kebijakan ini. Setau saia, ini akibat dari harga minyak dunia yang makin naik aja, klo ndak salah sudah mencapai lebih dari US$ 100 per barel. Secara otomatis ini kan menambah beban bagi pengeluaran PLN. Klo di tahun 2007 PLN mendapat subsidi dari pemerintah sekitar 43-44 triliun, pada tahun 2008 ini PLN mengajukan subsidi 65 triliun. Yah, tapi karena kondisi ekonomi yang seperti sekarang, pemerintah Cuma mengabulkan 55 triliun aja. Trus yang 10 triliun lagi duit dari sapa yah?? Makanya ada kebijakan tarif ini, gimana sich..
Mungkin klo boleh ngasih usul atau saran, subsidi yang diterima oleh PLN dari pemerintah itu digunakan secara maksimal. Missal dengan memberikan subsidi tersebut pada masyarakat yang kurang mampu, sedang yang udah kaya biar aja mereka membeli liestrik dengan harga yang lebih mahal. Heheheee.. klo sekarang ini kan modelnya pukul rata. Yang kaya dan yang kurang mampu semua dapet subsidi listrik. Miris juga klo melihat nasib PLN yang seperti ini. Padahal kan listrik sangat penting bali masa depan kita dan anak cucu kita. Klo sekarang kita belum bisa membeli energi, baik itu listrik tau yang lainnya dengan harga dunia, saia pun masih berharap suatu saat kita bisa membeli energi dengan harga yang standar dunia jadi pemerintah ndak perlu memberi subsidi lagi. Kan lumayan duitnya bisa digunakan untuk membangun kemajuaan dibidang lain.
Aday
said,
Wrote on February 23, 2008 @ 12:38 pm
Pertamaaaaaaaaaxxx,,,
mengamankan posisi dulu
Aday
said,
Wrote on February 23, 2008 @ 12:41 pm
Nah,, klo mo kasi subsidi listrik tar harus survey dulu,,biaya lagi..
Blom lagi tar ada penyelewengan.. Petugas survey disuap biar si penyuap dimasukkan dalam daftar orang miskin…
Yaahhh,,, Susahnya menjadi pemerintah yang ditinggali berbagai masalah sama penguasa yg udah lengser,,
sangprabo
said,
Wrote on February 23, 2008 @ 3:20 pm
Setuju sebagian dengan yang dibilang Aday, dari dulu sudah diusulkan berbagai teknik ‘pemerataan’ atawa keadilan (yang kaya mbayar mahal, yang miskin bayar dikit). Tapi, ntar yang kaya jadi sok miskin begitu.. Payah juga.
Aku pernah lihat sebuah film mirip discovery channel gitu.. Di Jepang, masing2 rumah yang punya sel surya, kalau sedang ga make listrik (misal daya sel suryanya 200 watt, kepake buat lampu 5 watt aja), maka kelebihannya akan “dikembalikan” ke PLN-nya Jepang, dan otomatis mengurangi penggunaan listrik dan biaya rumah yang bersangkutan. Indonesia?
Kayaknya inovasi kebijakannya mesti dilihat dulu nih Bos. Sejauh apa efektifnya. Mudah2an aja ga banyak penyimpangan di sana-sini.
*Ibu kos, tolong jangan naekkan uang sewa ya?*
Adhi P.
said,
Wrote on February 23, 2008 @ 6:43 pm
Subsidi, dibatasi…
BBM, dibatasi…
Mobil pribadi, dibatasi…
Sekarang listrik, juga dibatasi…
Lama2 ntar umur orang ikutan dibatasi juga nih…
chiw
said,
Wrote on February 23, 2008 @ 10:26 pm
Jan… ini kopipes darimana? kok tumben, keknya mendalam banget?

trojan
said,
Wrote on February 23, 2008 @ 10:48 pm
Aday::
mungkin bisa lebih ketat kayak pemungutan sumbagan SPMA UGM itu loh..
walaupun ada juga orang-orang mampu yang ngakunya miskin..
sangprabo::
idem ama atas deh..
kayaknya listrik kosan juga bakal naek deh.. makanya cepet lulus boo.. wekeekekekeeee…
chiw::
ini tulisanku sendiri. gaya tulisan ku juga kayak gini.. cuma topiknya terispirasi pas aku baca koran tempo kemarin.
Adhi P.::
ada yg kurang bro..
anak juga dibatasi.. ckckckckckccc….
Athrun
said,
Wrote on February 24, 2008 @ 9:04 am
wah aq ikut pusing nih…. klo naik brarti tambah biaya hidup dijogja….
tapi klo gak naik gaji bapakku gimana?? haduh…..
mbuh lah sing penting PLN jangan maen phk pegawainya…..
hehehe….
loper
said,
Wrote on February 25, 2008 @ 11:15 am
Pemerintah bingung sendiri kayaknya, Gaji DPR dan Pegawai Naik, dan Ironisnya BBM dan Listrik mau di naikkan.
duit di buang2 di DPR buat sidang dan beli tipi layar datar, rakyat lapar di biarkan, harusnya daripada mbatesin BBM suruh aja orang yang harga kendaraannya diatas 20 juta buat beli premix dan tanpa subsidi.
bloogmoo
said,
Wrote on February 25, 2008 @ 8:18 pm
kalau pln ada saingan gimana ya? Seperti persaingan harga para provider mobile, apakah pemadaman masih ada?
trojan
said,
Wrote on February 26, 2008 @ 4:33 pm
Athrun::
ngomong bapakmu aja..
biar rumah kita bebas biaya listrik..
loper::
setau saia malah kendaraan yg diatas 2000cc harus pake premix. dan yg pake premium dibatasi 200 liter perbulan.. kayaknya lho..
bloogmoo::
klo ada saingannya PLN udah kukut kali..