Agama adalah Sumber Masalah?

Pernyataan ini pertama aku dengan dari temenku. Kebetuhan aku punya seorang temen, dia orang Magelang. Kebetulan dia penganut ateisme, walaupun aku tahu dalam KTP nya baris agama terisi suatu nama agama yang diakui di Indonesia. Aku pun sering berbagi dan sharing pikiran dengan dia(yang jelas tidak mungkin aku sebutkan namanya). Terakhir kami ketemu, kami sharing dan berkutar pikiran. Topik yang terakhir kami bahas adalah, dia mengatakan bahwa “Agama merupakan sumber masalah!”.

 

Tentunya hal ini bila didengar oleh seorang teisme, atau seorang yang mendalami konsep keagamaan, akan mendapat reaksi yang keras. Tapi bila didengar oleh seorang ateisme, mungkin mereka (ateisme) akan ikut meng-amininya. Karena memang sikap manusia cenderung untuk berbicara atau berpendapak untuk mendukung kepentingannya, bukan berbicara atau berpendapat secara objektif. Disini aku akan mencoba mengutarakan tentang sudut pandangku, tentunya aku anggap objektif, setidaknya menurut aku. Hehe..

 

OK, aku akan memcoba mengulas sedikit demi sedikit. Mengapa seorang temanku bisa mengatakan bahwa , “Agama merupakan sumber masalah!” ? akupun mencoba untuk merenungi, memcoba untuk berpikir dari beberapa sudut pandang. Bila kita lihat beberapa fakta yang terjadi, ada benarnya juga klo agama membuat masalah. Misal kasus kerusuhan di Poso, kerusuhan di ambon, pembakaran gereja, dan lain-lainnya. Mungkin anda berpikir bahwa yang salah bukanlah agamanya, tapi oknum penganut agama. Ehmm, tapi nya aku juga berpikir demikian, tapi coba kita renungi lebih dalam lagi. Setahuku dalam ajaran setiap agama akan mengatakan bahwa agama yang anda pelajarilah yang paling benar, agama lain salah, ajaran selain agama yang anda pelajari adalah agama yang salah. Inilah yang sering menjadi pemicu konflik. Tanpa disadari ternyata agama juga dapat membuat kita menjadi fanatik, dan mungkin bisa melakukan hal-hal yang sebenarnya dilarang oleh agama kepada orang-orang diluar agama kita. Walaupun tidak bisa digeneralisasi demikian. Tapi itulah fakta yang terjadi di masyarakat kita.

 

jadi bagaimana? klo boleh, aku akan sedikit mengutarakan pandanganku. Waktu SMA dalam pelajaran agama dijelaskan bahwa AGAMA berasal dari kata UGAMA, U berarti tidak dan GAMA berarti kacau, yang secara keseluruhan agama berarti tidak kacau. Jadi menurut aku klo kita belajar agama tapi malah hidup kita menjadi kacau, atau malah kita membuat kacau lingkungan sekitar kita, berarti kita sudah menyimpang dari tujuan kita beragama. Untuk sementara ini prinsip yang aku pegang dalam beragama. Sekali lagi ini menurut aku sendiri.

 

Kembali ke topic, mengapa seorang temanku bisa mengatakan bahwa “Agama merupakan sumber masalah” ? dia pun mengutarakan pendapatnya. Begini pendapatnya, “belajar agama itu hanya akan membuat kita menjadi terkotak-kotak ,fanatik, dan malah melakukan hal-hal merugikan orang lain. Misal, kasus poso, ambon, pembakaran gereja.”. bagaimana sikap anda bila menjadi aku waktu itu? Harus diakui memang, faktor agama sedikit banyak sangat mempengaruhi dalam beberapa kasus tersebut, kasus poso, kasus ambon. Dan menurutku itu mungkin disebabkan oleh fanatik beragama yang berlebihan. Apakah aku juga setuju bahwa agama merupakan sebuah sumber masalah?

 

Jawabanku, TIDAK!. Kenapa demikian? Memang mungkin kasus-kasus tadi terjadi karena faktor agama. Tapi kita juga harus melihat dari sisi lain, ternyata agama juga memberikan banyak pelajaran dan tuntunan hidup, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contoh, setiap agama mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia, untuk saling tolong menolong manusia. Bukan hanya teori, contoh banyak ormas-ormas keagamaan saat bercana terjadi mereka mau menjadi relawan, memberikan sumbangan bantuan. Jadi jangan melihat segala sesuatu dari satu sudut pandang saja. Mungkin memang benar klo ada beberapa masalah yang disebabkan oleh agama, tapi menurut aku tetap lebih banyak manfaatnya tuh. Jadi apakan agama merupakan sumber masalah? Tentu saja tidak menurut aku, yang terjadi adalah ada beberapa masalah yang timbah karena agama, dan banyak pula perbuatan baik yagn terjadi karena agama. Jadi bagaimana menurut anda apakah agama merupakan sumber masalah?

 

 

25 Comments so far »

  1. AthrunNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 2:22 am

    PERTAMAXXX….

    klo menurutku yang jadi sumber masalah bukan agama tapi orangnya..

    coz smua agama mengajarkan kebaikan.. tinggal orangnya aja mengimplementasikannya gimana…

    klo menurutku gitu…

    ada komentar??

  2. trojanNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 4:19 am

    hohooo.. mungkin faktor pribadi juga berpengaruh.. tapi klo direnungi lagi, disamping mengajarkan kebaikan, bukankan setiap agama mengatakan bahwa agamanya lah yg paling benar? dan ada beberapa agama yg mengatakan bahwa, orang yang masuk surga adalah orang yang memeluk agamanya itu..

    trus bagaimana inplementasinya tentang konsep ajaran yg seperti itu? kita nggak bisa dong mengimplementasikan sebuah ajaran agama secara setengah-setengah..

  3. kimbulNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 4:28 am

    Bukan agamanya yang dipentingkan tapi Tuhannya. Mana ada Tuhan yang suru umatnya bunuh2an, bakar2an. Hanya Tuhannya org gila yg nyuru kaya gt.

  4. trojanNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 4:36 am

    @kimbul
    bukankan Tuhan mengajarkan segala sesuatu pada kita melalui sebuah tulisan yang kita kenal lewat kitab suci agama kita masing-masing?

    termasuk juga ajaran yg udah aku kemukakan di comment ku sebelumnya?

  5. AthrunNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 7:09 am

    @trojan
    ngajak sumuk k bocah….

    klo menurutku emang kita gak bisa setengah-setengah ngejalanin perintahNya, tapi sependapat sama mas kimbul, gak ada agama yang ngajarin bwat bakar2an ato bunuh2an.

    tentang agama yang mengajarkan bahwa agamanya lah yg paling benar kan bukan berarti mengajarkan bahwa orang dengan agama lain harus dibunuh ato disiksa..

    kan ada yang namanya Hak asasi…

    ada pendapat lain??

  6. ArinNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 8:24 am

    Just a thought…

    Maybe there is something more important than being a religious person. It is spirituality.

    “Spirituality is not a religion. Religion divides people. Belief in something unites them.”

    Quote dari salah satu film yang aku suka: Flight of The Phoenix (2004)
    Hehe…

  7. trojanNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 8:33 am

    @Athrun
    idealnya memang seperti itu. tapi faktanya nggak tuh.. :P

    @Arin
    hohoo.. koq aku blm liat filmnya yah..

  8. darthvaderNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 8:50 am

    Ide tentang agama tertentu yang mengajarkan bahwa agamanya paling benar sebenarnya adalah ide yang kurang tepat.

    Menurut gw pribadi, kebenaran Tuhan itu terlalu besar untuk “dikangkangi” oleh satu agama saja.

    Klaim bahwa agama x paling benar, yang lainnya salah/sesat menurut gw datang dari pemahaman orang tersebut pada agamnya masih “dangkal”.

  9. ArinNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 8:59 am

    @Trojan:
    Itu film remake. Dulu udah pernah ada, 1965. Lumayan, kok. Ada quote yang lebih bagus lagi:

    Let me tell you a story. A rabbi and a priest attend a boxing match. They watch as the boxers come into the ring. The rabbi sees one of the boxers cross himself.

    So the rabbi turns to the priest and asks,
    “What does that mean?”

    The priest says,
    “Not a damn thing if the man can’t fight.”

    Menurutku, artinya doa kita ga berarti apa-apa kalo ga ada usaha.
    Loh, kok jadi OOT dari topik semula? Maap… Hehe…

  10. ArinNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 9:00 am

    @darthvader:

    I agree.

  11. trojanNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 9:36 am

    @darthvader :
    hohooo.. tapi setauku kebanyakan agama mengajarkan seperti itu.. bahwa agama kitalah yg paling benar, dan yg lain salah.. sory nggak bisa kasih contoh, atau ayatnya.. ntar dikira offense..

    dan fakta yg terjadi pada kebanyakan orang.. mereka menjadi fanatik, dan cenderung menjadi tidak menghargai orang lain yg tidak “sama” dengan dirinya..

    @Arin
    kata-kata mu, bagus bgt.. heheheee.. :P

  12. ArinNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 10:16 am

    @darthvader, trojan
    ya, emang mungkin tiap agama bilang gitu. tapi kan bukan berarti kita lantas bilang ke orang yang agama lain “woi, agamamu salah, tuh!”. Kita diem aja, to? Hehew…

    @trojan
    baru tau, ya, kalo aku orangnya bijaksana? (Huweeek…)

  13. trojanNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 10:38 am

    @Arin
    klo pada diem aja, koq bisa terjadi kerusuhan yg tersulut karena faktor agama yah?

    aku berarti harus banyak belajar dari kmu nich.. biar jadi bijaksana.. hohooo…

  14. ArinNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 11:03 am

    Maksudku yang diem kan kita, orang yang biasa2 aja. Yang bikin rusuh tuh mereka, orang yang luar biasa. Hehehe….

  15. Pacarnya Zaskia MeccaNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 1:44 pm

    tro, jane kowe ra dong sing diomongke arin, tho? gyahahaha, saya tau, karena itu make bahasa iblis, dan anda kesulitan mengartikannya :lol: sok2an bilang “kata2mu bagus” segala :mrgreen:

    piye, hasil imajinasiku cemerlang tho? saiki trefikmu mesti munggah? :twisted: orang imajinatif seperti saya tidak butuh kemampuan coding, karena nantinya akan banyak coder yang berebutan untuk mengimplementasikan ide2 saya :lol:

    *satrianto meninggalkan prasasti di milan*

    :lol:

  16. Pacarnya Zaskia MeccaNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 1:47 pm

    saatnya serius!

    kyai satrianto pernah berfatwa: “jika kamu meyakini sebuah kebenaran secara mutlak, simpan kebenaran itu untuk dirimu sendiri, tidak perlu menyalah2kan orang lain yang menggenggam sebuah versi kebenarannya sendiri yang mungkin lain dari apa yang kamu yakini.”

    kita bisa sepakat untuk tidak sepakat, kan? toh semua hal di dunia ini bisa menjadi benar tergantung sudut pandangnya

  17. trojanNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 2:40 pm

    @Pacarnya Zaskia Mecca :
    “Maybe there is something more important than being a religious person. It is spirituality.”

    mungkin ada sesuatu yg lebih pentiong dari sekedar menjadi orang yg beragama, yaitu ke-spiritual-an.

    “Spirituality is not a religion. Religion divides people. Belief in something unites them.”

    spiritualitas buka agama. agama memecah belah orang2. percaya terhadap sesuatu dapat menyatukan mereka.

    masih kurang nggak buktinya? hoho..

    “toh semua hal di dunia ini bisa menjadi benar tergantung sudut pandangnya”

    tiru-tiru wadehel!
    huhuuuuuuuuu…

  18. Pacarnya Zaskia MeccaNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 2:56 pm

    lho, dulu aku cen terkenal sebagai tandemnya, kok. tanya aja sama anak2 di OMAIGAT :P

  19. trojanNo Gravatar said,

    Wrote on January 25, 2008 @ 3:00 pm

    @Pacarnya Zaskia Mecca :
    iyo,ngerti aku.. termasuk si Boo juga to? hahahaaa.. pembuat onar kalian itu.. yo wis, aku tak bergabung berarti.. hehehee..

    tapi idemu ki apik koq joe.. hit blogku jadi naek.. hohoo… :D

  20. iamNo Gravatar said,

    Wrote on January 27, 2008 @ 1:58 pm

    orang ateis itu boleh jadi orang yang gak tau diri..
    gak tau siapa penciptanya…
    dia pikir dia diciptain dari jerami!!!
    banyak kok pemikiran2 mereka yang bikin aku geleng2 kepala: kenapa ada makhluk tuhan yang nanya kayak gitu…

  21. trojanNo Gravatar said,

    Wrote on January 27, 2008 @ 4:39 pm

    @iam
    Anda boleh bilang
    “orang ateis itu boleh jadi orang yang gak tau diri..
    gak tau siapa penciptanya…”

    lha kalo orang ateis tanya, “klo memang orang diciptakan oleh penciptanya, lalu siapa yg menciptakan pencipta itu?”

    klo mau dijawab, tolong dijawab dengan logika.. karena kebanyakan orang ateis lebih menggunakan logikanya..

  22. MaNongAnNo Gravatar said,

    Wrote on January 28, 2008 @ 6:29 pm

    wedangan ae wes …… murah, meriah, aman, nyaman trus akrab.

    .::he509xâ„¢::.

  23. trojanNo Gravatar said,

    Wrote on February 2, 2008 @ 1:34 am

    wedange ndi?? hihihihii…

  24. kambingoranyeNo Gravatar said,

    Wrote on February 4, 2008 @ 7:14 am

    just everybody respects another..

    selama yang saya pelajari dari hidup, tidak ada satupun hal yang mengandung nilai kebenaran secara absolut dan juga tidak ada yang benar-benar 100% salah.

    bukankah tuhan sendiri telah mengatakan berkali-kali kalau manusia SAMA SEKALI tidak sempurna, dan kitapun memahami itu.

    so.. menurut saya bukan suatu tindakan yang tepat jika kita mengkonfrontasi suatu pendapat manusia. karena tuhan telah memaklumi bahwa manusia tidak ada yang sempurna (ingat, kita manusia bukan malaikat).

  25. naksehatNo Gravatar said,

    Wrote on February 20, 2008 @ 10:11 am

    kok kebaXkan disini orang2X pada ngomong ngawur yah…banyak pake logika+akal tok?! padahal…masalah agama bukan buat maen2?! gak boleh sembarangan berkata!!! harus didasari kitab suci?!…nah sekalian pade…coba renungin aje?! tujuan kalian diciptakan di muka bumi ini untuk apa?! (TENTUNYA JAWABAN YANG HAQ HANYA DATANG DARI YANG MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA INI) makanya pentingnya kita belajar agama…biar ngerti tujuan kita hidup itu untuk apa…biar kita gak sembarangan njalanin hidup…semangat belajar….?!

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Comment: